Gejala ekonomi yang terjadi di masyarakat, sebuah indikasi yang muncul dari faktor pendorong gejala tersebut. Segalanya bisa saja diprediksi, namun tentu saja dengan kalkulasi yang matang. Data-data yang lengkap dan menunjang, baik itu primer maupun sekunder.
Tidak seperti ahli biologi. Laboratorium biologi memungkinkan ditemukan fakta baru tanpa harus menunggu sebuah fenomena alam terjadi. Segala yang berbentuk tiruan, sampel-sampel, semuanya bisa diakali.
Mengingat ekonomi adalah ilmu sosial, maka gejala sosial kemasyarakatan adalah obyek vital yang tak pernah lepas dari pengamatan. Begitulah para ekonom bekerja. Setelah menghimpun berbagai macam kasus yang terjadi, barulah dicari sebab-musababnya. Faktornya, pemicunya, selengkapnya. Barulah nanti akan diketahui pengaruh dari setiap variabel-variabelnya. Sebab, pergerseran nilai dan besaran dari tiap variabel tidak mungkin tidak ada pengaruhnya sama sekali. Kecuali untuk kasus-kasus luar biasa yang berlangsung di luar kewajaran.
Rabu, 16 Oktober 2013
Need VS Want
Manusia diciptakan sebagai makhluk hidup yang mempunyai kebutuhan. Agar terus dapat hidup dan berkembang, manusia harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Sandang, pangan, papan, termasuk dalam kehidupan primer seperti yg sudah dipelajari di bangku SD dulu. Ada juga kebutuhan sekunder seperti sekolah, rekreasi, dsb. Lalu kebutuhan tersier, barang mewah, atau sejenisnya.
Naik ke tingkatan sekolah yang lebih tinggi, Abraham Maslow memunculkan teorinya tentang kebutuhan :
- Kebutuhan Fisiologis
- Kebutuhan akan rasa aman
- Kebutuhan bersosialisasi
- Kebutuhan akan harga diri
- Kebutuhan aktualisasi diri
Sejalan dengan dianugerahinya manusia dengan nafsu, syahwat, dan kecenderungan terhadap urusan duniawi, manusia tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan saja. Manusia juga punya keinginan. Walaupun kebutuhan sudah terpenuhi, keinginan juga harus dicapai. Sehingga manusia tidak akan berhenti untuk mencapai keinginan-keinginan tersebut.
Benturan antar hubungan sosial manusia tak dapat terelakkan lagi dalam pemenuhan kebutuhan dan pencapaian keinginan tersebut. Bukan hanya dalam hubungan antar individu, bahkan dalam diri individu tersebut posisi sebuah barang dalam kategori kebutuhan atau keinginan terkadang menjadi samar. Hal itu terjadi seiring perkembangan zaman. Tuntutan hidup mengharuskan manusia segera memenuhinya, namun terkadang banyak ganjalan yang ditemui. Kelangkaan sumber daya (scarcity) menghalangi sifat keinginan yang tiada batasnya.
Naik ke tingkatan sekolah yang lebih tinggi, Abraham Maslow memunculkan teorinya tentang kebutuhan :
- Kebutuhan Fisiologis
- Kebutuhan akan rasa aman
- Kebutuhan bersosialisasi
- Kebutuhan akan harga diri
- Kebutuhan aktualisasi diri
Sejalan dengan dianugerahinya manusia dengan nafsu, syahwat, dan kecenderungan terhadap urusan duniawi, manusia tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan saja. Manusia juga punya keinginan. Walaupun kebutuhan sudah terpenuhi, keinginan juga harus dicapai. Sehingga manusia tidak akan berhenti untuk mencapai keinginan-keinginan tersebut.
Benturan antar hubungan sosial manusia tak dapat terelakkan lagi dalam pemenuhan kebutuhan dan pencapaian keinginan tersebut. Bukan hanya dalam hubungan antar individu, bahkan dalam diri individu tersebut posisi sebuah barang dalam kategori kebutuhan atau keinginan terkadang menjadi samar. Hal itu terjadi seiring perkembangan zaman. Tuntutan hidup mengharuskan manusia segera memenuhinya, namun terkadang banyak ganjalan yang ditemui. Kelangkaan sumber daya (scarcity) menghalangi sifat keinginan yang tiada batasnya.
Langganan:
Komentar (Atom)