Sabtu, 15 Agustus 2015

Benturan Budaya Ekonomi Syariah




Suatu ketika dosen saya yang juga menjabat sebagai seorang DPS salah satu BMT pernah menyampaikan keluh kesahnya. Audit BMT pada salah satu bulan tidak dilaporkan secara terperinci. Setelah ditanya kepada pengurus BMT yang bersangkutan, justru pengurus tersebut yang mengeluh. "Bagaimana ya pak, mbok-mbok di pasar itu memang tidak pernah mencatat pemasukan hariannya secara detail dan terperinci. Yang mereka katakan,"Sudahlah mas, gampangnya saja, berapa kewajiban saya membayar di akhir bulan nanti ?".
Di situ terlihat kultur masyarakat bila sudah berhadapan dengan bank atau lembaga keuangan. Sudah mendarah daging. Seolah mereka menyamakan saja semuanya seperti lintah, padahal tidak begitu adanya. Maka untuk mengakulturasi budaya ekonomi syariah di Indonesia memang harus sabar. Lagipula, watak dan sikap orang di tiap daerah berbeda bukan, terlebih jika sudah berkaitan dengan kulturnya. Jadi, ada masukan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar